Skip to main content

HAKIKAT SASTRA

 Nama: Vilza Rahayu Sukma  

 Nim  : 23016119


A. PENDAHULUAN

Ketika membahas tentang sastra yang terlintas dalam pikiran adalah keindahan bahasa yang dimilikinya. "Keindahan adalah wujud dari kesubjektivitas manusia, juga merupakan soal yang sangat empiris, hanya dapat dikenali apabila ada" (Pradopo, 2001:13). Dari uraian di atas kita dapat melihat atau menangkap indahnyasebuah karya sastra apabila pengarang berhasil mengungkapkan pengalaman jiwanya dengan baik.

Hal-hal yang akan dipelajari pada materi Hakikat Sastra adalah sebagai berikut; 1) pengertian dari sastra, 2) mengapa suatu teks disebut teks sastra, 3) karakteristik sastra.

B. PEMBAHASAN

1. Pengertian Sastra

Sastra adalah karya yang dihasilkan oleh manusia dengan rangkaian kata-kata seni bahasa yang indah. Secara etimologi sastra berasal bahasa sanskerta yaitu shastra yang merupakan kata gabungan dari kata sas yang memiliki arti mengarahkan, mengajarkan, dan memberi petunjuk. Sedangkan tra memiliki arti alat atau sarana. Jadi secara etimologi dapat disimpulkan arti dari sastra adalah teks yang mengandung instruksi atau pedoman. 

semakin berkembangannya zaman, tentu pengertian tentang sastra juga akan semakin berkembng. berikut adalah pengertian sastra menurut para ahli,yaitu:
  • Mursal Esten (Esten, 1978, hlm.9) berpendapat bahwa sastra adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia dan masyarakat umumnya melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek positif terhadap kehidupan manusia.
  • Terry Eagleton (Eagleton, 2010, hlm.4) berpendapat bahwa sastra adalah karya tulis indah yang mencatatkan sesuatu dalam bentuk bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan,, dipanjangpendekkan, dan diputarbalikkan, dijadikan ganjil atau cara pengubahan estetis lainnya melalui alat bahasa.
  • Atar Semi (1988, hlm.8) berpendapat bahwa sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupan dengan menggunakan bahasa sebagai medium.
  • Badrun (1983, hlm.16) berpendapat bahwa sastra adalah kegiatan seni yang mempergunakan  bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alat dan bersifat imajinatif.
  • Scholes (1992, hlm.1) berpendapat bahwa sastra itu sebuah kata, bukan sebuah benda.
  • Sapardi (1979, hlm.1) berpendapat bahwa sastra adalah lembaga sosial  yang menggunakan bahsa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan dan kehidupan itu sendiri adalah kehidupan sosial.
  • Teeuw (1997, hlm.13) berpendapat bahwa sastra adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif atau sastra adalah penggunaan bahsa yang indah dan berguna menandakan hal-hal lain.
  • Wahyuningrat (2011, hlm.43) berpendapat bahwa karya sastra adalah rekaan sebagai terjemahan fiksi, secara etimologis, fiksi berasal dari akar kata Figere (latin) yang berarti berpura-pura Hubungan karya sastra dengan masyarakat, baik secara negasi, inovasi, maupun afirmasi, jelas merupakan hubungan yang hakiki.    
Itulah beberapa pendapat ahli mengenai pengertian dari sastra.

2. Mengapa suatu teks disebut teks sastra?
Sebuah teks akan disebut sebagai teks sastra apabila mempunyai karakteristik sebagai berikut yang akan dibahas pada poin ke-3.

3. Karakteristik Sastra

Berikut adalah karakteristik dari teks sastra sehingga dapat membedakannya dengan teks yang lain, yaitu:
  • bahasa sastra lebih dominan menggunakan perasaan daripada pikiran;
  • bahasa sastra lebih mnunjuk kepada makna konotatif;
  • bahasa sastra menggunakan hasil kerja imajinatif;
  • bahasa ditandai dengan pengucapan yang bermakna tidak sebenernya;
  • bahasa sastra menggunakan unsur tertentu untuk mencapai keindahan;
Menurut Mohammad Ristyo Nugroho (14144600204) karakteristik sastra dibagi atas 2, yaitu:

a. Karakteristik sastra secara umum
  • Dalam bahasa sastra terkandung unsur dan tujuan keindahan.
  • Bahasa sastra lebih bernuansa keindahan daripada kepraktisan. 
  • Bahasa sastra bisa disiasati, dimanipulasi, dan diperdayagunakan. 
  • Dalam bahasa sastra terdapat unsur emotif.
  •  Ragam bahasa khusus
b. Karakteristik sastra berdasarkan fungsi
  • Didaktif, sastra menyampaikan nilai-nilai yang mendidik bagi pembaca.
  • Estetis, artinya mengandung unsur keindahan. 
  • Moralitas, mengajarkan tentang perbuatan baik dan buruk.
  • Religius, sastra menyampaikan pesan dan nilai-nilai agama. 
  • Memanusiakan manusia.
C. PENUTUP
1. Kesimpulan

Sastra merupakan penggambaran kehidupan manusia yang diungkaapkan melalui bahasa yang khas, selatif singkat, dan didalamnya terkandung unsur dan tujuan keindahan, serta mengajak para pembaca untuk berfantasi ke suatu alur kehidupan. 

Sastra memiliki karakteristik yang akan membuatnya mudah untuk dikenali sebagai teks sastra. 

D. DAFTAR PUSTAKA 

Thaba, A. (2017, September Sabtu). Hakikat Sastra. Hakikat Sastra (The Literature), hal. 1.

Wahyuningrat. (2014). Hakikat Sastra. Digilip.Ikippgriptk.Ac.Id, 1-54.





Comments

Popular posts from this blog

Puisi "Pesisir Pantai di Selatan"

  PESISIR PANTAI DI SELATAN Karya: Vilza Rahayu Sukma   Matahari hadir menyinari pasir nan putih Deburan ombak memecah sunyi dengan hati-hati Sejauh mata memandang Kulihat hamparaan laut biru tak bertepi   Kutengadahkan kepala menatap langit Mataku pun menyipit Langit biru itu tampak menyilaukan Disinari oleh matahari   Hembusan angin berdesir menyapa pelan Daun kelapa mulai menari disapa angin Mataku terpejam merasakan sapuannya Ah, sejuknya   Saat netraku terbuka Kawanan burung mulai menghampiri langit Kepakan sayapnya mengarungi cakrawala Terbang tinggi sebebas-bebasnya   Tepi pantai dijerjang ombak Anak-anak berlarian dengan tawa ceria Kaki kecilnya mengayun indah Menyusuri tepi Pantai itu   Laut seolah memiliki harmoni Hingga membuatku tak merasa sendiri Suara ombak yang memecah sunyi Menyelami hati yang terasa sepi   Matahari yang berdiri di atas kepala Perlahan turun menuru...