Skip to main content

KAIDAH SASTRA

 Nama: Vilza Rahayu Sukma

 Nim: 23016119

 Mata Kuliah: Pengantar Pengkajian Kesastraan


KAIDAH SASTRA

A. PENDAHULUAN

        Sastra adalah inspirasi yang diekspresikan dalam sebuah bentuk keindahan. Sastra juga adalah semua buku yang memuat perasaan manusia yang mendalam dan kebenaran moral dengan sentuhan kesucian, keleluasaan pandangan, dan membentuk yang mempesona.

        Salah satu dari konsep sastra yang cukup menarik untuk dibahas adalah kaidah sastra. Kaidah-kaidah sastra menarik untuk dikaji karena perkembangan sastra saat ini semakin pesat, sehingga berpengaruh pula pada munculnya berbagai genre sastra dengan aliranaliran sastra baru yang terkadang berbenturan dengan kaidah sastra. Oleh karena itu, kaidah-kaidah sastra perlu dikaji agar karya sastra yang dihasilkan tetap bernilai estetik walaupun dengan berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan saat ini. Ada empat konsep yang akan dibahas, yaitu:

 

(11)  kaidah sastra;

(22)   ciri-ciri sastra;

(33)   wilayah studi sastra;

(44)  wilayah kesusastraan.

 

B. PEMBAHASAN

 1.       Kaidah Sastra

             Kaidah adalah rumusan asas yang menjadi hukum; aturan yang sudah pasti;patokan; dalil. Menurut Rene Wellek , sastra adalah suatu kegiatan kreatif sebuah karya seni.

         Waluyo, (1994: 56-58) mengatakan bahwa kaidah sastra atau daya tarik sastra terdapat pada unsur-unsur karya sastra tersebut.Pada karya cerita fiksi, daya tariknya terletak pada unsur ceritanya yakni cerita atau kisah dari tokoh-tokoh yang diceritakan sepanjang cerita yang dimaksud. Khusus pada cerita fiksi, ada empat hal lagi yang membantu menciptakan daya tarik suatu cerita rekaan,yaitu kreativitas, tegangan, konflik, dan jarak. Uraian keempatnya, bagaimana dikutip dari Waluyo (1994:58-60).

 

·         Kreativitas

Tanpa kreativitas, karya sastra yang diciptakan pengarang tidak mungkin menempati perhatian pembaca. Kreativitas ditandai dengan adanya penemuan baru dalam proses penceritaan. Pengarang biasanya menunjukkan daya kreativitas yang membedakan karyanya dengan karya yang mendahului.

 

·         Tegangan ( Suspense )

Jalinan cerita yang menimbulkan rasa ingin tahu yang besar dari pembaca merupakan tegangan cerita. Tegangan bermula dari ketidakpastian cerita yang berlanjut, yang mendebarkan pembaca atau pendengar cerita. Tegangan diakibatkan oleh kemahiran pencerita didalam merangkai kisah dan pencerita mampu mempermainkan hasrat ingin tahu pembaca.

 

·         Konflik

Konflik yang dibangun dalam sebuah cerita harus bersifat wajar dan kuat. Konflik yang wajar artinya konflik yang manusiawi , yang mungkin terjadi dalam kehidupan ini dan antara kedua orang yang mengalami konflik itu mempunyai posisi yang kurang lebih seimbang.

 

·         Jarak Estetika

Daya pikat sebuah cerita fiksi juga muncul akibat pengarang memiliki jarak estetika yang cukup pekat dengan cerita dan tokoh-tokoh cerita itu. seolah – olah pengarang menguasai benar dunia dari tokoh cerita itu, sehingga pengarang ikut terlibat dalam diri tokoh dan ceritanya.

 

2.    Ciri-Ciri Sastra

         Wellek dan Warren (1989:22) menyebutkan ciri-ciri sastra sebagai berikut :

  •  Menimbulkan efek yang mengasingkan
  •  Fiksionalitas
  •  Ciptaan
  •  Tujuan yang tidak praktis
  •  Pengolahan dan penyampaian melalui media bahasa
  •  Imajinasi
  •  Bermakna lebih
  •  Berlabel sastra
  •  Merupakan konvensi masyarakat sebagai ciri-ciri sastra

                  Lexemburg, (1984:9) menambahkan beberapa ciri lagi yaitu :

  •       Bukan imitasi
  •       Otonom
  •       Koherensi
  •       Sintesa
  • .     Mengungkapkan yang tak terungkapkan sebagai ciri sastra yang lainnya.

                 Dengan demikian sudah teridentifikasi empat belas ciri sastra. Tentu pendapat lain dapat pula ditambahkan , seperti pendapat yang dipegang pada zaman Romantik, bahwa sastra itu merupakan luapan emosi spontan, sedangkan menurut kaum formalis , sastra selain melanjutkan cirinya pada aspek sintaktik, juga pada grafiknya.

 

3.    Wilayah Studi Sastra  

Yang merupakan tiga cabang studi sastra itu adalah teori sastra, sejarah sastra, dan kritik sastra ( Wellek dan Warren dalam Pradopo, 2002: 34-35).

 a)      Teori sastra adalah bidang studi sastra yang berhubungan dengan teori kesusastraan, seperti studi tentang apakah kesusastraan itu, bagaimana unsur-unsur atau lapis-lapis normanya; studi tentang jenis sastra (genre), yaitu apakah jenis sastra dan masalah umum yang berhubungan dengan jenis sastra, kemungkinan dan kriteria untuk membedakan jenis sastra dan sebagainya (Pradopo, 2002:34).

         b)    Sejarah sastra adalah studi sastra yang membicarakan lahirnya kesusastraan Indonesia modern, sejarah sastra membicarakan sejarah jenis sastra, membicarakan periode-periode sastra, dan sebagainya.

                 Dikemukakan oleh Fananie (2000;19-20) bahwa berdasarkan aspek kajiannya, sejarah sastra dibedakan menjadi :

  •  Sejarah genre, yaitu sejarah sastra yang mengkaji perkembangan karya-karya sastra seperti puisi dan prosa yang meliputi cerpen, novel, drama, atau sub genre seperti pantun, syair, talibun, dan sebagainya.
  •  Sejarah sastra secara kronologis, yaitu sejarah sastra yang mengkaji karya-karya sastra berdasarkan periodisasi atau babakan waktu tertentu.
  •  Sejarah sastra komparatif, yaitu sejarah sastra yang mengkaji dan membandingkan beberapa karya sastra pada masa lalu, pertengahan, dan masa kini.

         c)    Kritik Sastra ialah studi sastra yang berusaha menyelidiki karya sastra dengan langsung , menganalisis, menginterpretasi, memberi komentar, dan memberikan penilaian (Pradopo,2002:34-35). 

 

4.    Wilayah Kesusastraan

 Kesusastraan dibagi menjadi tiga wilayah. Tiga wilayah kesusastraan itu adalah :

1.     1) Wilayah penciptaan sastra

2.      2) Wilayah penikmatan sastra

3.      3) Wilayah penelitian sastra

         Dikemukakan oleh Mursal Esten (1978:13-14), bahwa ketiga wilayah dalam kehidupan kesusastraan itu saling berhubungan dan saling membantu. “Wilayah penciptaaan kesusastraan adalah wilayah para sastrawan , yang diisi dengan ciptaan-ciptaan yang baik dan bermutu. Persoalan mereka ialah bagaimana menciptakan ciptasastra yang baik dan bermutu. Wilayah penelitian ialah wilayah para ahli dan para kritikus.

 

 CPENUTUP

  • KESIMPULAN

              kaidah adalah rumusan asas yang menjadi hukum; aturan yang sudah pasti;patokan; dalil. Menurut Rene Wellek , sastra adalah suatu kegiatan kreatif sebuah karya seni. Khusus pada cerita fiksi,ada empat hal lagi yang membantu menciptakan daya tarik suatu cerita rekaan,yaitu kreativitas tegangan, konflik, dan jarak.

 

 D. DAFTAR PUSTAKA

 

Esten, Mursal. 1978. Kesusastraan : Pengantar Teori dan Sejarah. Bandung : Angkasa.

 

Fananie, Z. 2000. Telaah Sastra . Yogyakarta : Muhammadiyah University.

 

Luxemburg, Jan Van, dkk.1984. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta : PT Gramedia.

 

Pradopo, Rachmat Djoko.2002. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik dan Penerapannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

 

Waluyo, Herman J. 1994. Pengkajian  Cerita Fiksi. Surakarta : Sebaelas Maret University Press.

 

Wellek, Rene dan Warren Austin.1993. Teori Kesusastraan. Jakarta : PT Gramedia.

 

 

 

 

 

 

 



Comments

Popular posts from this blog

Puisi "Pesisir Pantai di Selatan"

  PESISIR PANTAI DI SELATAN Karya: Vilza Rahayu Sukma   Matahari hadir menyinari pasir nan putih Deburan ombak memecah sunyi dengan hati-hati Sejauh mata memandang Kulihat hamparaan laut biru tak bertepi   Kutengadahkan kepala menatap langit Mataku pun menyipit Langit biru itu tampak menyilaukan Disinari oleh matahari   Hembusan angin berdesir menyapa pelan Daun kelapa mulai menari disapa angin Mataku terpejam merasakan sapuannya Ah, sejuknya   Saat netraku terbuka Kawanan burung mulai menghampiri langit Kepakan sayapnya mengarungi cakrawala Terbang tinggi sebebas-bebasnya   Tepi pantai dijerjang ombak Anak-anak berlarian dengan tawa ceria Kaki kecilnya mengayun indah Menyusuri tepi Pantai itu   Laut seolah memiliki harmoni Hingga membuatku tak merasa sendiri Suara ombak yang memecah sunyi Menyelami hati yang terasa sepi   Matahari yang berdiri di atas kepala Perlahan turun menuru...