Skip to main content

TEORI DAN KRITIK SEJARAH SASTRA

 “TEORI DAN KRITIK SEJARAH SASTRA”


A. PENDAHULUAN

Karya sastra memiliki potensi untuk menginspirasi, membangkitkan emosi, dan merangsang pemikiran kritis. Agar dapat memahami lebih mendalam tentang karya sastra dan bagaimana karya tersebut berinteraksi dengan latar belakang historisnya, kita membutuhkan alat pemahaman seperti teori dan kritik sejarah sastra.

         Teori dan kritik sejarah sastra merupakan pendekatan yang sangat relevan dalam upaya memahami perkembangan sastra sepanjang waktu. Pendekatan ini membantu kita dalam melacak perubahan dalam pemikiran sastra, mengenali pola perubahan yang terhubung dengan peristiwa-peristiwa sejarah, serta memahami dampaknya terhadap proses penciptaan dan penerimaan karya sastra.

Sejarah sastra memiliki peran yang signifikan dalam memberikan konteks yang relevan dalam proses penciptaan karya sastra. Tiap periode sejarah memiliki ciri khas unik yang mencerminkan nilai-nilai, norma sosial, serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat pada saat itu. Oleh karena itu, pemanfaatan teori dan kritik sejarah sastra memungkinkan kita untuk mengungkap makna yang tersembunyi dalam karya sastra dan mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan oleh konteks sejarahnya.

B. PEMBAHASAN

1. Teori Sastra

Teori sastra merupakan bidang ilmu sastra yang mempelajari tentang konsep-konsep dasar yang ada pada sastra. Teori sastra mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan sastra. Secara umum yang dimaksud dengan teori adalah suatu sistem ilmiah atau pengetahuan sistematik yang menerapkan pola pengaturan hubungan antara gejalagejala yang diamati. Teori berisi konsep/uraian tentang hukum-hukum umum suatu objek ilmu pengetahuan dari suatu titik pandang tertentu. 

Secara konseptual, teori sastra mengacu pada sebuah kerangka pengetahuan yang terstruktur dan ilmiah yang mengatur hubungan antara fenomena-fenomena yang diamati dalam bidang sastra, seperti yang dijelaskan oleh Yosep (1997:13). Oleh karena itu, pada dasarnya, teori sastra berisi konsep atau penjelasan mengenai prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam domain ilmu pengetahuan tertentu, dilihat dari sudut pandang tertentu. Selain itu, teori sastra juga dapat disusun secara logis dan diperiksa keabsahannya melalui pengujian (verifikasi) atau penolakan (falsifikasi) terhadap objek atau fenomena yang diamati dalam sastra. 

teori sastra telah berkembang menjadi beberapa, yakni teori strukturalisme, teori psikologi sastra, teori sosiologi sastra, teori semiotika, dan teori hermeneutika. 

1. Teori Strukturalisme

Teori strukturalisme berkembang dari keyakinan bahwa karya sastra adalah hasil dari unsur-unsur yang kompleks dan terorganisir. Unsur-unsur yang ada dalam karya sastra tidak bisa dipisahkan satu sama lain, dan hubungan di antara unsur-unsur tersebut menjadi penentu apakah karya sastra itu baik atau buruk. Fokus utama teori ini adalah pada struktur yang ada dalam teks karya sastra itu sendiri. Oleh karena itu, teori strukturalisme, atau teori sastra struktural, digunakan untuk menganalisis komponen-komponen yang membentuk karya sastra.

2. Teori Psikologi Sastra

Psikologi adalah bidang ilmu yang mengkaji keadaan batin individu manusia, karena manusia tidak dapat terlepas dari intuisi dan perasaan yang ada dalam inner dirinya. Psikologi sastra adalah teori yang menekankan aspek-aspek psikologis yang ada dalam suatu karya sastra. Aspek-aspek psikologis ini terkait dengan tiga aspek utama, yaitu pengarang (ekspresif), karya sastra itu sendiri (tekstual), dan pembaca. Konflik emosional yang dialami oleh tokoh dalam cerita bisa dianggap sebagai representasi konflik emosional yang dialami oleh pengarangnya. Namun, terkadang pengarang tidak menyadari hal ini selama proses menciptakan karya sastra. 

3. Teori Sosiologi Sastra 

Sosiologi adalah ilmu yang memfokuskan pada analisis hubungan antara individu dengan individu lain dalam suatu masyarakat, baik dalam bentuk pertemanan maupun konflik sosial. Teori sosiologi sastra adalah studi yang mengkaji karya sastra dengan mempertimbangkan realitas sosial yang ada. Teori ini meneliti bagaimana karya sastra terhubung dengan konteks sosial. Selain itu, teori sosiologi sastra juga mencermati apakah fakta-fakta sosial yang ada dalam sebuah karya sastra merupakan representasi akurat dari realitas sosial atau hanya imajinasi pengarang. Selain itu, teori ini juga mengkaji bagaimana masyarakat menerima dan merespons teks sastra tersebut. 

4. Teori Semiotika 

Semiotika adalah ilmu yang mempelajari mengenai tanda-tanda di dalam bahasa. Semiotika membahas mengenai berbagai tanda di dalam bahasa sebagai wacana yang memiliki makna. Semiotika mempunyai penanda (signifier) dan petanda (signified). Dalam semiotika juga terdapat adanya tanda, penanda, dan petanda (yang ditandai) hingga akhirnya berkembang menjadi tiga jenis tanda, yakni:

  • ·     Ikon, yakni hubungan antara penanda dan petanda yang bersifat ilmiah. Contoh: gambar wanita memakai rok di depan kamar mandi wanita.
  • ·         Indeks, yakni suatu tanda untuk menandakan adanya hubungan secara alamiah (sebab-akibat).
  • ·    Simbol, yakni penanda yang secara tidak langsung menggunakan metafora dan bersifat tidak alami.

5. Teori Hermeneutika 

Hermeneutika adalah ilmu yang mengidentifikasi makna dengan tujuan memahami pemikiran seseorang sesuai dengan yang tersirat dalam teks. Terdapat tiga tahap dalam teori hermeneutika yang diterapkan pada karya sastra:

  • ·      Tahap Semantik, yang melibatkan interpretasi bahasa sebagai elemen yang harus dipahami dengan seksama.
  • ·         Tahap Refleksi, di mana praktiknya mengharuskan pemahaman mendalam terhadap teks karya sastra beserta unsur-unsurnya dalam konteks yang lebih luas.
  • ·         Tahap Ekstensial, yang melibatkan penafsiran teks dan konteksnya dalam karya sastra secara menyeluruh. 

2. kritik Sastra

Kritik sastra merupakan cabang ilmu sastra yang terakhir setelah kita mempelajari teori dan sejarah sastra. Kritik sastra adalah cabang ilmu sastra yang berisi tentang tata cara penilaian terhadap karya-karya sastra. Untuk membuat suatu kritik yang baik, diperlukan kemampuan  mengapresiasi sastra, pengalaman yang banyak dalam menelaah, menganalisis, mengulas karya sastra, penguasaan, dan pengalaman yang cukup dalam kehidupan yang bersifat nonliterer, serta tentunya penguasaan tentang teori sastra. 

H.B. Jassin mengemukakan bahwa kritik sastra melibatkan evaluasi terhadap aspek positif dan negatif dari sebuah karya sastra. Pertimbangan yang dinyatakan oleh H.B. Jassin ini mengacu pada perlunya kritik sastra disertai dengan argumen yang rasional dan mencakup analisis tentang konten serta beragam elemen yang ada dalam karya sastra tersebut.

Kritik sastra adalah subdisiplin dalam studi sastra yang erat kaitannya dengan pemahaman ilmu sastra dan proses penciptaan karya sastra. Dalam praktik kritik sastra, unsur-unsur seperti teori sastra dan sejarah sastra memiliki peran penting. Di Indonesia, kritik sastra pada awalnya merupakan tradisi lisan yang melibatkan komentar-komentar terhadap karya sastra tanpa keterlibatan teori sastra. Namun, seiring dengan perkembangan sastra, praktik kritik sastra juga berkembang. Tulisan-tulisan kritik sastra ini sering ditemukan dalam berbagai majalah dan surat kabar sebagai bentuk penyebaran pandangan dan analisis terhadap karya sastra. 

3. Sejarah sastra

Penelitian mengenai sejarah sastra di Indonesia masih belum dilakukan secara luas. Masih banyak potensi yang dapat dieksplorasi oleh peneliti sastra untuk menjelajahi warisan sastra Indonesia sebagai sumber pengetahuan sejarah Indonesia, seperti yang diungkapkan oleh Teuw pada tahun 1984.

A.Teuw juga mengemukakan bahwa penyelidikan sejarah sastra harus mengikuti beberapa pendekatan, yang dapat membantu peneliti dalam merunut sejarah perkembangan sastra Indonesia sehingga diperoleh pemahaman yang terarah tentang perkembangan sastra di Indonesia. Ketika kita berbicara tentang sejarah sastra, penting untuk diingat bahwa sejarah sastra memberikan latar belakang dan konteks untuk perkembangan sastra dari waktu ke waktu. Sejarah sastra membantu kita memahami aspek-aspek apa yang dianggap sebagai sejarah dalam evolusi sastra. Pandangan ini juga didukung oleh Mursal Esten pada tahun 1978, yang menyatakan bahwa sastra adalah ekspresi dari unsur artistik dan imajinatif yang menjadi manifestasi kehidupan manusia. 

C. PENUTUP

1. KESIMPULAN

Teori sastra adalah suatu kegiatan kreatif,sederetan karya seni ,menurut Wellek dan Warren (1993).Sedangkan teori sastra adalah suatu prinsip,kategori,dan kriteria yang dapat di pacu dan dijadikan titik tolak dalam telaah karya sastra. Teori ini terbagi 5 yakni teori strukturalisme, teori psikologi sastra, teori sosiologi sastra, teori semiotika, dan teori hermeneutika. 

Kritik dalam sastra disebut dengan istilah analisis karya sastra,telaah kary sastra dan penguasaan karya sastra ,kritik sastra membahas variable kritik sastra,penilaian kritik dan syarat penerapan serta telaah kritik sastra yang bertumpu pada realitas. Sejarah sastra mengulik tentang perjalanan sastra, bagaimana kisaha hingga sastra itu dapaat hadir, dan apa saja yang terjadi pada sastra yang terus berkembang mengikuti zaman.

D. DAFTAR PUSTAKA 

A, Teeuw. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

Esten, Mursal. 1978. Kesusastraan Pengantar Teori & Sejarah. Bandung. Angkasa. 

Jassin, H.B. 1984. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei I. Jakarta: PT. Gramedia.

Taum, Yoseph Yapi. 1997. Pengantar Teori Sastra. Bogor: Penerbit Nusa Indah. 

Hawa, M., Andayani, A., Suyitno, S., & Wardani, N. (2017). Teori Sastra. deepublish.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Puisi "Pesisir Pantai di Selatan"

  PESISIR PANTAI DI SELATAN Karya: Vilza Rahayu Sukma   Matahari hadir menyinari pasir nan putih Deburan ombak memecah sunyi dengan hati-hati Sejauh mata memandang Kulihat hamparaan laut biru tak bertepi   Kutengadahkan kepala menatap langit Mataku pun menyipit Langit biru itu tampak menyilaukan Disinari oleh matahari   Hembusan angin berdesir menyapa pelan Daun kelapa mulai menari disapa angin Mataku terpejam merasakan sapuannya Ah, sejuknya   Saat netraku terbuka Kawanan burung mulai menghampiri langit Kepakan sayapnya mengarungi cakrawala Terbang tinggi sebebas-bebasnya   Tepi pantai dijerjang ombak Anak-anak berlarian dengan tawa ceria Kaki kecilnya mengayun indah Menyusuri tepi Pantai itu   Laut seolah memiliki harmoni Hingga membuatku tak merasa sendiri Suara ombak yang memecah sunyi Menyelami hati yang terasa sepi   Matahari yang berdiri di atas kepala Perlahan turun menuru...