Skip to main content

GENRE PUISI

 Nama: Vilza Rahayu Sukma

 NIM: 23016119

 Dosen Pengampu: Dr. Abdurahman, M.Pd.

GENRE PUISI

  1. PENDAHULUAN

Puisi menjadi tempat untuk ekspresi kreatif manusia, memberikan kebebasan artistik untuk mengeksplorasi perasaan, pemikiran, dan pengalaman melalui bahasa yang indah dan terstruktur. Dari puisi naratif yang menceritakan kisah hingga puisi lirik yang memancarkan emosi pribadi, setiap genre puisi memiliki ciri khasnya sendiri.

Puisi menciptakan karya seni dengan memainkan permainan kata-kata dan melibatkan pembaca dalam perjalanan batin. Dengan memanfaatkan figur retoris, rima, ritme, dan berbagai teknik kreatif lainnya, penyair menciptakan dunia yang terkadang dekat dan terkadang jauh dari realitas.

Puisi dari zaman ke zaman, mencerminkan perasaan, pemikiran, dan pengalaman kolektif manusia. Seiring berjalannya waktu, evolusi puisi juga dipengaruhi oleh berbagai perubahan sosial, politik, dan budaya. Puisi mencerminkan lingkungan budaya, prinsip, dan perspektif masyarakat dari mana mereka berasal. Ini memungkinkan kita untuk melihat gambaran masyarakat dari waktu dan tempat tertentu. Puisi tidak hanya menceritakan kisah, tetapi juga mendorong pemikiran kritis dan perubahan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami puisi dalam konteks latar belakang yang luas.

Tujuan utama dari laporan bacaan ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang esensi puisi sebagai jenis seni dan menemukan berbagai komponen yang membuat setiap puisi unik. Dalam laporan bacaan ini akan membahas tentang pengertian puisi, Sejarah perkembangan puisi, manfaat dan tujuan menulis puisi, jenis-jenis puisi, dan unsur-unsur puisi. 

B.     PEMBAHASAN

1.      Pengertian Puisi

Macam-macam pengertian puisi, yaitu:

  1. Pengertian Puisi Secara Umum

Puisi adalah jenis karya sastra dengan bahasa yang indah dan padat makna yang menggambarkan keresahan, imajinasi, kritik, pemikiran, pengalaman, kesenangan, atau nasehat seseorang.

  1. Pengertian Puisi Menurut KBBI

Pengertian puisi menurut KBBI adalah jenis sastra yang menggunakan bahasa yang masih terikat oleh matra, irama, penyusunan larik, bait, atau rima. Seni puisi lainnya ialah sebuah gubahan atau sajak dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata dengan cermat.

  1. Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

1)      Samuel Taylor Coleridge mengatakan bahwa puisi adalah kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair menggunakan kata-kata yang tepat dan disusun dengan baik, seperti seimbang, simetris, atau antara satu elemen dengan elemen lain sangat terkait, dan sebagainya.

2)      Wordsworth mengatakan puisi adalah ekspresi perasaan imajinatif, atau perasaan yang diangankan.

3)      Carlyle mengatakan puisi adalah hasil dari pemikiran yang bersifat musikal.

4)      Shanon Ahmad, puisi adalah campuran dari perasaan, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindra, susunan kata, kata-kata kiasan, dan kepadatan.

5)      Usman Awang mengatakan puisi bukanlah nyanyian orang putus asa yang mencari ketenangan dan kebahagiaan.

6)      Herman J. Waluyo, puisi didefinisikan sebagai karya sastra yang memanfaatkan kekuatan bahasa untuk mengungkapkan ide dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan menggunakan struktur fisik dan batin.

7)      Putu Arya Tirtawirya, Puisi dipahami sebagai kata-kata yang memiliki makna tersirat dan implisit.

2.      Jenis-jenis Puisi

Puisi terbagi menjadi tiga, yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer.

a.       Puisi Lama

Puisi lama didefinisikan sebagai puisi yang diatur oleh aturan dan terbatas pada baris, bait, rima, dan irama. Puisi lama dihasilkan sebelum abad ke-20. Jenis-jenis puisi lama, yaitu:

1)   Pantun, Ciri-ciri:

·         Setiap bait terdiri 4 baris.

·         Baris 1 dan 2 sebagai sampiran.

·         Baris 3 dan 4 merupakan isi.

·         Bersajak ab-ab.

·         Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.

·         Berasal dari Melayu (Indonesia).

Contoh:

Baik bergalas baik tidak
Buli buli bertali tenang
Baik berbalas baik tidak
Asal budi sama dikenang

2)   Mantra, ciri-cirinya:

·         Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.

·         Bersifat lisan, sakti atau magis.

·         Adanya perulangan.

·         Metafora merupakan unsur penting.

·         Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius.

·         Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris dan persajakan 

Contoh:
Assalamualaikum anak cucu hantu pemburu

Yang diam di rimba sekampung

Yang duduk di ceruk banir

Yang bersandar di pinang burung

Yang berteduh di bawah tukas

Yang berbulukan daun resam

Yang bertilamkan daun lirik

Yang berbuai di medan jelawai

Tali buaya semambu tunggal

Kurnia Tengku Sultan Berimbangan

Yang diam di Pagaruyung

Rumah bertiang terus jelatang

Rumah berbendul bayang-bayang

Bertaburkan batang purut-purut

Yang berbulu roma sungsang

Yang menaruh jala lalat

Yang bergendang kulit tuma

Janganlah engkau mungkir setia padaku

Matilah engkau ditimpa daulat empat penjuru alam

Mati ditimpa malaikat yang empat puluh empat

Mati ditimpa tiang Ka’bah

Mati disula besi kawi

Mati dipanah halilintar

Mati disambar kilat senja

Mati ditimpa Qur’an tiga puluh juz

Mati ditimpa kalimah

(Hooykas, via Djamaris dalam Setyawati, 2004:212).

3)   Karmina, Karmina atau dikenal dengan nama pantun kilat adalah pantun yang terdiri dari dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalah isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.

Contoh:

Dahulu ketan sekarang ketupat

Dahulu jagoan sekarang ustad

4)   Seloka, merupakan bentuk puisi Melayu Klasik, berisikan pepetah maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan. Biasanya ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair, terkadang dapat juga ditemui seloka yang ditulis lebih dari empat baris.

Contoh:

Baik budi emak si Randang

Dagang lalu ditanakkan

Tiada berkayu rumah diruntuhkan

Anak pulang kelaparan

Anak dipangku diletakkan

Kera dihutan disusui

5)   Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian dan baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian 10 pada baris pertama tadi.

Contoh:

Pabila banyak mencela orang

Itulah tanda dirinya kurang

Dengan ibu hendaknya hormat

Supaya badan dapat selamat

6)   Syair adalah puisi atau karangan dalam bentuk terikat yang 11 mementingkan irama sajak. Biasanya terdiri dari 4 baris, berirama aaaa, keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair (pada pantun, 2 baris terakhir yang mengandung maksud). Syair berasal dari Arab.

Contoh:

Syair Ken Tambuhan

Lalulah berjalan Ken Tambuhan

diiringkah penglipur dengan tadahan

lemah lembut berjalan pelahan-lahan

lakunya manis memberi kasihan

Tunduk menangis segala puteri

Masing-masing berkata sama sendiri

Jahatnya perangai permaisuri

Lakunya seperti jin dan peri

Syair Abdul Muluk

Berhentilah kisah raja Hindustan

Tersebutlah pula suatu perkataan

Abdul Hamid Syah Paduka Sultan

Duduklah Baginda bersuka-sukaan

Abdul Muluk putera Baginda

Besarlah sudah bangsa muda

Cantik menjelis usulnya syahda

Tiga belas tahun umurnya ada

Parasnya elok amat sempurna

Petak majelis bijak laksana

Memberi hati bimbang gulana

Kasih kepadanya mulia dan hina

7)      Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun yang mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris (mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dan seterusnya.

Contoh:

Kalau anak pergi ke pekan

Yu beli belanak beli

Ikan panjang beli dahulu

Kalau anak pergi berjalan

Ibu cari sanakpun cari

Induk semang cari dahulu 

b.      Puisi Baru

Puisi baru adalah jenis sastra yang muncul setelah puisi lama dan muncul bersamaan dengan puisi kontemporer. Puisi baru lebih bebas dari konvensi puisi lama dalam hal jumlah baris, suku kata, dan rima.

1)      Soneta berasal dari kata Sonetto dalam bahasa Italia yang terbentuk dari kata latin Sono yang berarti ‘bunyi’ atau ‘suara’. Adapun syarat-syarat soneta (bentuknya yang asli) adalah sebagai berikut.

GEMBALA

Perasaan siapa ta’kan nyala (a)

Melihat anak berlagu dendang (b)

Seorang saja di tengah padang (b)

Tiada berbaju buka kepala (a)

Beginilah nasib anak gembala (a)

Berteduh di bawah kayu nan rindang (b)

Semenjak pagi meninggalkan kandang (b)

Pulang ke rumah di senja kala (a)

Jauh sedikit sesayup sampai (a)

Terdengar olehku bunyi serunai (a)

Melagukan alam nan molek permai (a)

Wahai gembala di segara hijau (c)

Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau (c)

Maulah aku menurutkan dikau (c)

2)      Balada adalah jenis puisi berdasarkan isinya. Menurut KBBI, balada adalah sajak sederhana yang menceritakan cerita rakyat, dialog, atau dinyanyikan. Contohnya:

Balada Pembungkus Tempe

Karya W.S. Rendra

Fermentasi asa

Mengharap sempurna

Bentuk utuh nan konyol

Rasa, karsa tempe

Pembungkus yang berjasa

Penuh kisah tertulis duka lara

Dibuang tanpa dibaca

Pembungkus tempe

Bukan plastik tapi kertas usang tak terpakai

Masihkah ada yang membelai sebelum membuangnya?

3)      Himne adalah jenis puisi di mana seseorang memuji Tuhan yang Mahakuasa, pahlawan, atau tanah air mereka. Contohnya:

Persetujuan dengan Bung Karno

Karya Chairil Anwar

Ayo! Bung Karno kasih tangan, mari kita bikin janji

Aku sudah cukup lama dengan bicaramu

Dipanggang di atas apimu

Digarami lautmu dari mulai tanggal 17 Agustus 1945

Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu

Aku sekarang api, aku sekarang laut

Bung Karno! Kau dan aku satu zat satu urat

Di zatmu, di zatku kapal-kapal kita berlayar

Di uratmu, di uratku kapal-kapal kita bertolak dan berlabuh

4)      Ode adalah puisi yang mengucapkan terima kasih kepada pahlawan, negara, orang penting, atau peristiwa yang umum. Ode biasanya menggunakan bahasa dan gaya yang resmi. Puisi baru ini berbicara tentang sesuatu yang mulia. Contohnya:

Ibu

Aku sayang kamu Ibu

Cintamu menggebu-gebu

Bak bola salju

Yang menggelinding tanpa debu

Selalu bekerja di setiap waktu

Menjemput rezeki di segala pintu

Tak pernah kulihat kau mengeluh

Meski terus saja berpeluh

Kau lah wanita tangguhku ibu

Sekaligus pengganti ayahku

Kini kemana akan ku cari sosok ibu

Yang selalu setia menemani daku 

Sampai akhir hayatku

sampai mata menutup kalbu

5)     Epigram merupakan jenis puisi baru yang berisi ajaran hidup, nasihat atau tuntunan. Contohnya:

Pagi

Karya Chairil Anwar

Jangan biarkan sekuntum bunga itu

Layu sebelum matahari membelainya

Dengan menggemakan semburat jingga

Ultra dalam irama nuansa cinta semesta

Lihatlah bagaimana alam begitu perkasa

Memainkan peran-Nya Dalam rindu dendam yang terbungkus

Kasih sayang memberi semburat Makna seribu pesona

6)      Elegi menggambarkan kesedihan yang mendalam dengan sajak duka, keluh kesah, kesedihan, dan rindu. Contohnya:

Hampa

Karya Chairil Anwar

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak

Lurus kaku pepohonan. Tak bergerak

Sampai ke puncak. Sepi memagut

Tak satu kuasa melepas renggut

Segala menanti. Menanti. Menanti

Sepi Tambah ini menanti jadi mencekik

Memberat mencekung punda

Sampai binasa segala Belum apa-apa

Udara bertuba. Setan bertampik

Ini sepi terus ada. Dan menanti 

7)      Satire berisi tentang sindiran, kecaman terhadap sesuatu, dan ketidakpuasan kelompok. Penyair juga melakukan kritikan. Contohnya:

Di Negeri Amplop

Karya Gus Mus Aladin

menyempunyikan lampu wasiatnya "malu"

Samson tersipu-sipu, rambut keramatnya ditutupi topi "rapi-rapi"

David Coverfil dan Rudini bersembunyi "rendah diri" Entah, andai Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya

Amplop-amplop di negeri amplop mengatur dengan teratur

Hal-hal yang tak teratur menjadi teratur

Hal-hal yang teratur menjadi tak teratur Memutuskan keputusan yang tak putus Membatalkan putusan yang sudah putus

c.    Puisi kontemporer

Puisi kontemporer merupakan puisi yang mengikuti perkembangan zaman. Mereka tidak lagi memperhatikan irama, gaya bahasa, dan elemen lain yang terlihat dalam puisi lama maupun baru. Contoh puisi kontemporer:

O dukaku duka kau duka risau duka kalian duka ngiau resahku resah kau resah risau resah balau resah kalian

raguku ragu kau ragu guru ragu tahu ragu kalian mauku mau kau mau tahu mau sampai mau

kalian mau kenal mau gapai

sia-siaku sia-sia kau sia-sia balau sia-sia risa usia kalian sia-sia

was-wasku was-was kau was was kalian was was was-was waswas was-was was-was duhaiku duhaikau duhai rindu duhai ngilu duhai kalian duhai sangsai Oku o kau o kosong o rindu o kalian o bolong o risau o Kau O...

Puisi kontemporer dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1)      Puisi Mantra, yaitu mengambil sifat-sifat dari mantra.

2)      Puisi Mbeling, yaitu puisi yang sudah tidak mengikuti aturan umum dan ketentuan dalam puisi.

3)      Puisi Konkret, yaitu puisi yang lebih mengutamakan bentuk grafis (wajah dan bentuk lainnya) dan tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media.

3.      Ciri Khas Puisi Lama Dan Puisi Baru

Beberapa ciri khas sebuah puisi yang dapat disebut sebagai puisi lama yaitu:

1)    Tidak diketahui nama pengarangnya (cenderung bersifat kolektif), seringkali berupa puisi rakyat.

2)      Terikat oleh aturan, jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata pada tiap baris

3)      Dari mulut ke mulut (secara lisan), dapat disebut sebagai folklore.

4)      Majas (gaya bahasa) yang digunakan bersifat tetap dan klise.

5)      Istanasentris, menggambarkan masa Kerajaan.

Ciri khas puisi baru antara lain:

1)      Jelas nama pengarangnya.

2)      Tidak terikat aturan bait, baris, suku kata. dan rima bebas.

3)      Diungkapkan secara lisan dan tulis.

4)      Majas bersifat dinamis.

5)      Menggambarkan kehidupan pada umumnya. 

4.      Struktur Batin Dan Struktur Fisik Puisi

  1. Struktur Batin pada Puisi

1)      Tema atau Makna

Puisi yang ditulis menggunakan bahasa sebagai alat untuk menyampaikan pesan kepada pembacanya. Pada akhirnya, hal itu menunjukkan bahwa puisi harus memiliki tema dan makna yang jelas bagi pembaca, bahkan jika itu bersifat abstrak.

2)      Nada

Dengan tujuan untuk membuat puisi lebih mudah dibaca, penyair menggunakan struktur ini untuk memberikan intonasi.

3)      Rasa

Penciptaan puisi bergantung pada rasa; dalam hal ini, rasa adalah cara penyair merespon situasi.

4)      Amanat

Setiap puisi harus memiliki amanat. Puisi, sebagai karya seni, tidak hanya berfungsi untuk menghibur, tetapi juga memberikan nasihat kepada pembacanya.

  1. Struktur Fisik pada Puisi

1)      Rima

Rima atau irama adalah perulangan bunyi yang dinilai cukup penting dalam puisi karena dengan adanya rima, puisi dapat terdengar berirama indah saat dibaca.

2)      Imajinasi

Imajinasi yang disampaikan lewat puisi berfungsi untuk mengajak pembaca turut merasakan dengan pengalaman indera mereka sehingga apa yang ditulis pengarang tergambar secara nyata di benak pembaca.

3)      Gaya bahasa

Gaya bahasa dalam puisi diperlukan untuk memberikan gambaran konotasi kepada pembaca, memunculkan khayalan kepada pembaca yang nantinya memudahkan mereka untuk memahami makna yang tersimpan dalam puisi tersebut.

4)      Diksi

Pilihan kata diperlukan oleh penyair agar segala pesan dapat disampaikan secara tepat kepada pembacanya. Beberapa awam bisa jadi kurang mengerti jika penyair menggunakan kata yang tidak konkret sehingga terkadang diperlukan pemaknaan atau penjelasan. Kembali pada bait berikutnya untuk memudahkan pembaca.

5)      Tipografi

Tipografi adalah aturan teknis pada baris, bait yang tidak seluruhnya dipenuhi dengan kata-kata. Hal ini dapat memunculkan pemaknaan baru pada puisi tersebut khususnya bagi puisi kontemporer 

5.      Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Menulis Puisi

Ada lima hal yang harus diperhatikan dalam menulis puisi, yaitu:

1)      Persamaan konsonan,

2)      Persamaan vokal.

3)      Persamaan bunyi pada awal larik.

4)      Persamaan bunyi pada tengah larik.

5)      Persamaan bunyi pada akhir larik.

6.      Tujuan Menulis Puisi

Tujuan utama menulis puisi sebenarnya adalah untuk mengungkapkan atau menyampaikan perasaan seseorang dengan bahasa yang indah. Tujuan lain, bagaimanapun, tidak perlu disebutkan.

Karena kita tidak dapat menyalahkan atau meluruskan niat penulis, karena setiap penulis memiliki tujuan sendiri. Penulis berhak atas setiap puisi yang ditujukan kepada siapa pun dan untuk siapa pun. Gugatannya tidak dapat diganggu gugat! Seperti keputusan yang dibuat oleh juri dalam perlombaan

C.    PENUTUP

1.      Kesimpulan

Dunia puisi memiliki penggunaan kata-kata dan ekspresi yang indah. Puisi adalah sebuah karya seni yang mampu menyampaikan makna dan perasaan dengan cara yang istimewa dan mendalam. Kita dapat melihat bagaimana pengarang membuat pengalaman estetika bagi pembaca dengan menggunakan elemen seperti ritme, rima, dan metafora saat menganalisis struktur puisi.

Sangat penting untuk menyadari bahwa puisi memiliki kebebasan artistik yang luar biasa, yang memungkinkan penulisnya untuk menyampaikan pikiran dan perasaan mereka dengan cara yang subjektif dan kreatif. Kita tahu melalui diskusi gaya bahasa bahwa penggunaan metafora, simbol, dan imajinasi menambah pengalaman membaca puisi. Kepekaan pengarang terhadap nuansa bahasa juga ditunjukkan melalui pemilihan kata-kata yang cermat.

Puisi seringkali menjadi tempat untuk berpikir tentang alam, cinta, kehidupan, atau bahkan pertanyaan eksistensial. Pembaca tidak hanya memiliki pengalaman membaca yang lebih baik setelah memahami tema-tema ini, tetapi mereka juga diminta untuk mempertimbangkan puisi dan menemukan hubungannya dengan dunia luar.

Puisi dapat dianggap sebagai jenis seni kata yang memadukan keindahan bahasa dengan kedalaman makna. Pembaca puisi diajak untuk berpartisipasi secara aktif, mempelajari setiap kata dan aspek yang diberikan. 

 

DAFTAR PUSTAKA

Pitaloka, A., & Sundari, A. 2020. Seni Mengenal Puisi. Guepedia.

Suryaman, M., & Wiyatmi. 2013. Puisi Indonesia. Yogyakarta.

 

Comments

Popular posts from this blog

Puisi "Pesisir Pantai di Selatan"

  PESISIR PANTAI DI SELATAN Karya: Vilza Rahayu Sukma   Matahari hadir menyinari pasir nan putih Deburan ombak memecah sunyi dengan hati-hati Sejauh mata memandang Kulihat hamparaan laut biru tak bertepi   Kutengadahkan kepala menatap langit Mataku pun menyipit Langit biru itu tampak menyilaukan Disinari oleh matahari   Hembusan angin berdesir menyapa pelan Daun kelapa mulai menari disapa angin Mataku terpejam merasakan sapuannya Ah, sejuknya   Saat netraku terbuka Kawanan burung mulai menghampiri langit Kepakan sayapnya mengarungi cakrawala Terbang tinggi sebebas-bebasnya   Tepi pantai dijerjang ombak Anak-anak berlarian dengan tawa ceria Kaki kecilnya mengayun indah Menyusuri tepi Pantai itu   Laut seolah memiliki harmoni Hingga membuatku tak merasa sendiri Suara ombak yang memecah sunyi Menyelami hati yang terasa sepi   Matahari yang berdiri di atas kepala Perlahan turun menuru...